8 Hal Ini Wajib Dibicarakan dengan Pasangan Sebelum Menikah

Sebelum Anda menikah, bicarakan 8 hal wajib ini dengan pasangan

Berikut ini merupakan hal-hal yang wajib Anda bicarakan baik-baik dengan pasangan sebelum menikah agar tak jadi masalah di kemudian hari berdasarkan pengalaman Dora Erlina (@_doraredre):

Keuangan

keuangan

Keuangan adalah hal penting pertama yang wajib Anda bicarakan bersama pasangan sebelum menikah. Jelaskan pada pasangan berapa banyak nafkah yang harus didapat atau diberikan. Belum lagi jika salah satu dari Anda mempunyai cicilan motor, utang kartu kredit, atau pajak yang belum dibayarkan.

Beberapa hal ini yang perlu dibicarakan mengenai keuangan:

-Siapa yang akan mengelola uang, suami/istri?

-Apakah memiliki hutang sebelum menikah?

-Apakah Anda/pasangan keberatan jika harus memberikan uang per bulan untuk orang tua/saudara?

-Apakah uang bersama digabung atau dipisah?

-Mana yang jadi prioritas pengeluaran?

-Apakah sebaiknya membeli atau membayar sewa rumah?

-Apa saja pengeluaran wajib tiap bulan?

-Apakah uang yang dimiliki pasangan digunakan untuk investasi, ditabung, atau bagaimana?

Karir

karir

Setelah keuangan, karir merupakan hal penting berikutnya yang harus dibicarakan. Tanyakan pada pasangan Anda setelah menikah apakah tetap bekerja atau menjadi ibu rumah tangga? Apa yang menjadi impian kalian dalam 5 tahun ke depan? lalu, setelah memiliki anak apakah memutuskan tetap bekerja?

Kehidupan setelah menikah

Membicarakan kehidupan setelah menikah penting bagi kesehatan rumah tangga Anda. Apakah ingin tinggal di rumah mertua, kontrak rumah, atau mencicil rumah?

Sex

pasangan

Membicarakan mengenai sex bisa jadi dianggap masalah yang tabu bagi beberapa pasangan. Pentingnya sex education agar tidak ada kejadian tidak perawan karena tidak mengeluarkan darah, atau dipaksa untuk berhubungan badan padahal istri baru saja melahirkan.

Memiliki dan membesarkan anak

mempunyai anak dan membesarkan anak

Menurut Dora Erlina, memiliki anak itu tidak mudah apalagi hanya Anda sendiri yang mengurus. Memiliki anak berarti harus siap bertanggungjawab dan berperilaku baik di depan anak agar anak tidak mencontoh hal-hal yang buruk dari orangtuanya.

Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda tanyakan kepada pasangan:

-Kapan ingin memiliki anak dan berapa?

-Siapa yang akan mengurus anak jika kedua orang tua bekerja?

-Apakah bersedia untuk mengurus anak secara bergantian?

-Bagaimana pola asuh anak nantinya?

-Ingin disekolahkan di mana?

Kalau ingin menunda anak, sampai berapa lama?

Kontrol Konflik

konflik antar pasangan

Anda dan pasangan harus saling mengerti bagaimana cara untuk menghadapi masalah yang terjadi. Jangan sampai pasangan Anda gemar memukul, mengumpat, mengadu pada orang tua, atau mabuk-mabukan ketika ditimpa masalah. Pastikan Anda sudah mengenal sifat dan perilaku pasangan terutama ketika terjadi konflik karena ini bisa jadi pernikahan yang langgeng.

Anda dapat menanyakan beberapa hal ini kepada pasangan:

-Bagaimana cara mengatasi Anda ketika sedang marah?

-Apakah pasangan Anda tipe yang lebih baik diberi jeda untuk berpikir atau menyelesaikan masalah secara langsung?

Urusan rumah tangga

menyetrika baju

Pembagian pekerjaan rumah tangga tidak kalah penting untuk dibicarakan baik-baik dengan pasangan sebelum menikah. Sebaiknya, bicarakan pekerjaan rumah apa yang Anda sukai dan tidak disukai.

Misalnya, Anda tidak suka mencuci piring tapi memilih untuk memasak, atau istri/suami Anda yang mengepel. Dengan begitu, mengerjakan pekerjaan rumah terasa ringan dan tidak memberatkan karena berdasarkan kemauan dan kesepakatan bersama.

Me time

ilustrasi me time

Hal terakhir yang wajib Anda bicarakan dengan pasangan apakah setelah menikah diperbolehkan untuk pergi nongkrong bersama teman? apakah Anda dan pasangan memerlukan waktu untuk diri sendiri? Apa yang sering dilakukan Anda atau pasangan ketika me time? dan apa yang harus Anda/pasangan lakukan agar bisa menghargai waktu privasi masing-masing?

Nah, jangan lupa untuk bicarakan 8 hal penting di atas dengan pasangan sebelum menikah, ya. Sebaiknya tanyakan pertanyaan satu per satu dan sampaikan dengan cara baik-baik agar pasangan Anda bisa memahami keinginan satu sama lain.